Meningkatkan Kecerdasan Emosional melalui Layanan Penguasaan Konten pada Siswa

Susilo Susilo

Sari


The purpose of this study was to obtain an increase in low emotional intelligence students through mastery of content in class IX.E Gunungwungkal Pati Middle School 2 Semester II Academic Year 2017/20198. The aim to be achieved in this study is to obtain increased emotional intelligence of students through content mastery services in class IX.E Gunungwungkal Pati Middle School 2 Semester II Academic Year 2017 / 2018. Subjects examined in this study were students of class IX.E of SMP Negeri 2 Gunungwungkal Pati Semester II of 2017/1918 Academic Year taken by all children in one class. Research variables: mastery of content (independent variables) and emotional intelligence (dependent variables). Data collection method is the main method of observation, the pendukungg method is interview and documentation. Data analysis uses comparative descriptive. The research was carried out in 2 cycles (cycle I and cycle II) every cycle 3 meeting discussed 3 materials with a time allocation of 40 minutes. Based on the results of research on observations of 7 aspects of improving students 'emotional intelligence, it can be said that through the service of mastering the content of students' emotional intelligence can increase. This is evidenced by what is obtained from every observation made before the action and after the cycle which shows that the emotional intelligence of students has increased, namely in the pre cycle 14.2 in the first cycle: 15, 1 and in the second cycle: 26. Based on the results of the study discussion can It was concluded that content mastery services could improve emotional intelligence of class IX.E students of Gunungwungkal Pati Middle School 2 Semester II Academic Year 2017/2018.

Referensi


Ali, Muhammad,. Muhammad, Asrori. (2008). Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara.

Alwisol. (2009). Psikologi Kepribadian. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian. suatu pendekatan Praktik (Edisi Revisi VI). Jakarta : PT Adi Mahasatya.

. (2008). Prosedur Penelitian: Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rieneka Cipta.

Aryanti, Tri Lutfi.(2013). Upaya Meningkatkan Perilaku Sopan Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siswa Kelas VII MTs Negeri 2 Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013. Kudus: Universitas Muria Kudus.

Corey, G. (2007). Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung: PT. Refika Aditama.

Hutagalung. (2007). Pengembangan Kepribadian. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional.

Istianaturochmah. (2013). Peningkatan Keterampilan Berbicara Anak melalui Permainan Berbasis Bimbingan Kelompok pada Anak TK B Satu Atap SDN 03 Lebuawu Tahun Pelajaran 2011/2012. Kudus: Universitas MuriaKudus. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Komalasari, G., E. Wahyuni, Karsih.(2011). Teori dan Teknik Konseling. Jakarta: PT Indeks Permata Puri Media

Latipun. (2008). Psikologi Konseling. Malang Universitas Muhammadiyah Malang.

Lutfifauzan.(2009). Teknik Modelling dalam Konseling.Tersedia dalam http://lutfifauzan.wordpress.com/2009/12/23/teknik-modelling/.(Diunduh 16 maret 2015.

Maidar, Mukti. (2006). Pembinaan Kemampuan Berbicara Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Dharma Aksara Perkasa.

Noviana, D. Y. (2013). Peningkatan Keterampilan Membaca dan Menulis Melalui Layanan Penguasaan Konten Pada siswa kelas 4 SD 4 Jati Wetan Kusus Tahun Pelajaran 2012/2013. Kudus: Universitas Muria Kudus.

Nurihsan, A.J. (2006). Strategi Layanan Bimbingan Dan Konseling. Bandung: PT. Refika Aditana.

Nurihsan, Achmad Juntika. (2011). Bimbingan dan Konseling Dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: PT Refika Aditama.

Nursalim, Mochamad. dan Suradi. (2002). Layanan Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Unesa University Press.

Nursalim, Mochamad dkk. (2005). Strategi Konseling. Surabaya: Unesa University Press.

Oetomo, I. (2008). Melatih Kemampuan Berbicara. Padang: Universitas Negeri Padang.

Prayitno. (2001). Panduan Kegiatan Pengawasan Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

______. (2004). Layanan Bimbigan dan Konseling Kelompok. Padang: Univesitas Negeri Padang.

, (2012). Jenis Layanan dan Kegiatan Pendukung Konseling. Padang: Universitas Negeri Padang.

Purrnamasari, Lilis. (2012). Teknik – Teknik Konseling. Semarang: Jurusan Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Negeri Semarang.

Raharjo, S. (2001). Bimbingan Kelompok. Kudus: Jurusan Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Muria Kudus.

Rahardjo, S. dan Gudnanto. (2011). Pemahaman Individu Teknik Non Tes. Kudus: Nora Media Interprise.

Rahardjo, S., & Zamroni, E. (2017). Teori dan Praktik Pemahaman Individu Teknik Testing. Kudus: Badan Penerbit Universitas Muria Kudus

Romlah, T. (2001). Teori dan Praktek Bimbingan dan Konseling Kelompok. Malang: Universitas Negeri Malang Press.

_______, (2006). Teori dan Praktek Bimbingan Kelompok. Malang: Universitas Negeri Malang.

Santoso, S., & Zamroni, E. (2017). Analysis of Social and Emotional Development of Orphaned Youth in terms of Self Concept and Resilience: Study at Child Care Children's Home (PSAA) Tunas Bangsa Pati. GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling, 7(1), 87-93.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif dan R dan D. Bandung: Alfabeta.

Sukardi, Dewa. (2008). Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Taringan. (2008). Berbicara Sebagai Satu Ketrampilan berbahasa. Bandung: Angkasa.

Zamroni, E. (2016). Counseling Model Based on Gusjigang Culture: Conceptual Framework of Counseling Model Based on Local Wisdoms in Kudus. GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling, 6(2), 116-125.


Teks Lengkap: 24-34

DOI: 10.24176/jpp.v1i1.2485

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.