Kenakalan Remaja Dibalik Makna Dan Faktor Penyebabnya Di Panti Asuhan

Renny Dyah Kurniawati

Sari


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kenakalan remaja yang tinggal di panti asuhan. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang tinggal di panti asuhan yang memiliki karakteristik sesuai dengan pokok permasalahan, yaitu berusia 15-17 tahun yang melakukan kenakalan remaja meliputi merokok, membolos sekolah, berbohong pada pengasuh panti, keluar panti tanpa seijin pengasuh panti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi: sebagai pengalaman subjektif, suatu studi tentang kesadaran dari perspektif pokok seseorang dengan menggunakan metode observasi dan wawancara dalam pengumpulan data. Metode analisis data menggunakan codding (Moleong, 2007). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kurang kasih sayang, kurang mampu mengontrol diri, mudah terpengaruh dengan teman-temannya, faktor ekonomi keluarga yang kurang, serta kurang adanya pengawasan dari orang tua, guru serta pengasuh panti membuat remaja panti berperilaku yang bertentangan dengan hukum, agama, dan norma yang berlaku dimasyarakat seperti berkelahi dengan teman, mencuri, merusak, memeras serta mencopet. Remaja juga mencoba-coba hal-hal baru yang dapat merusak dirinya sendiri seperti mencoba merokok, minuman alkohol, mencampur minuman alkohol dengan minuman soda, mencampur minuman alkohol dengan obat penghilang rasa nyeri yang dijual di pasaran atau minuman soda dengan obat penghilang rasa nyeri yang dijual di pasaran, serta minum obat penghilang rasa nyeri yang dijual dipasaran dalam jumlah banyak..

Kata kunci : Kenakalan remaja; Panti asuhan

Teks Lengkap:

PDF

Article Metrics

Sari views : 5| PDF views : 0

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Starcounter:
Web Analytics

Indexed by:



Creative Commons License
Jurnal Psikologi Perseptual work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.