PERAN KONSELOR SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI PADA SISWA HIPERAKTIF (ADHD)

Richma Hidayati

Sari


Gangguan pemusatan perhatian sering disebut ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder), gangguan ini ditandai dengan ketidak mampuan anak untuk memusatkan perhatiannya pada sesuatu yang dihadapi, sehingga rentang perhatiannya sangat singkat waktunya dibandingkan dengan anak lain yang seusianya. Siswa hiperaktif bukan karena kesengajaan, melainkan karena ketidakmampuan fisik diri. Siswa hiperaktif jika dibiarkan dalam jangka panjang dan tanpa penanganan khusus, maka gangguan tersebut dapat menjadi faktor penghambat bagi terbentuknya kepribadian yang matang pada usia dewasa. Selain itu juga dapat mengalami kesulitan untuk melakukan proses belajarnya. Hal ini bisa terjadi karena siswa cenderung bersikap tidak sewajarnya dan semaunya sendiri sehingga tidak ada motivasi untuk belajar dan akan mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian dan konsentrasi belajarnya.

Tidak menutup kemungkinan katika seorang konselor dalam menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya di sekolah, konselor sekolah akan mengahadapi siswa hiperaktif. Konselor sangat berperan penting dalam membantu siswa ADHD khususnya dalam meningkatkan konsentrasi belajarnya supaya siswa tersebut tidak menemui permasalahan dalam belajarnya dan mampu memperoleh hasil pembelajaran yang maksimal.

Teks Lengkap:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24176/re.v5i1.431

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Statistic:

Collaborate With:

Our Journal Indexed and Registered in:

 Tools:

Anti Plagiarism:

Free counters!

Dedicated to:

Jurnal Refleksi Edukatika is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.