RANCANG BANGUN SISTEM KOMUNIKASI RADIO BERBASIS DIGITAL TRUNKING UNTUK SARANA KOMUNIKASI PADA PENGELOLAAN JALAN TOL TRANS SUMATERA

Ika Setyawibawa
Arief Goeritno

Abstract


Abstrak

Telah dilakukan rancang bangun untuk sebuah sistem komunikasi radio berbasis digital trunking untuk sarana komunikasi pada pengelolaan jalan tol, melalui a) pemasangan perangkat sistem komunikasi radio DMR Tier III Trunked, b) penyetelan (setting) pada perangkat perangkat repeater dan radio, dan c) pelaksanaan simulasi berbasis aplikasi Radio Mobile untuk prediksi area cakupan sinyal radio perangkat sistem repeater dan pengamatan kinerja komunikasi pada sistem komunikasi radio DMR Tier III Trunking. Pemasangan perangkat sistem komunikasi radio DMR Tier III Trunking dilakukan dalam dua tahap. Penyetelan terhadap perangkat sistem repeater dilakukan dengan bantuan aplikasi System Digital Managemet Terminal (SDMT) dan IP Config Tool, sedangkan untuk perangkat radio dibutuhkan aplikasi Field Personality Programmer (FPP. Simulasi dilakukan untuk terhadap prediksi area cakupan sinyal radio perangkat sistem repeater berbasis aplikasi Radio Mobile. Hasil rancang bangun sesuai tujuan penelitian. (1) Pemasangan tahap pertama, untuk perangkat indoor atau perangkat yang kelak dipasang di dalam ruangan yang terdiri atas perangkat repeater, catu daya dan diletakkan dalam indoor close rack 19 inch dengan tinggi 27 U (800 mm).  Untuk pemasangan tahap kedua berupa tower triangle, penarikan kabel coaxial, dan pemasangan sistem penangkal petir tntung kesiapan setiap area stasiun pemancar ulang. (2) Penyetelan terhadap perangkat sistem repeater dibutuhkan, meliputi 3 (tiga) macam penyetelan kondisi untuk i) koneksitas antara perangkat repeater dan radio, ii) perangkat repeater, dan iii) perangkat radio. Sebelum penyetelan keberadaan koneksitas antara perangkat repeater dan radio (baik mobile atau portable) diperlukan penentuan konsep komunikasi yang direncanakan untuk pengoperasian perangkat radio, agar lebih mudah dalam penyetelan perangkat repeater maupun radio dan untuk minimalisasi kesalahan. Penyetelan koneksitas antara perangkat repeater dan radio dilakukan terhadap lima parameter utama, yaitu i) frekuensi transmitter (Tx) dan receiver (Rx), ii) User ID, iii) IP Address setiap site, iv) Mode trunking channel, dan v) Talkgrup ID. Penyetelan pada perangkat sistem repeater dilakukan terhadap lima parameter utama, yaitu i) frekuensi Tx dan Rx, ii) user ID, iii) talkgroup ID, iv) daya pada repeater Simoco SDB680XD, dan v) syscode. Penyetelan pada perangkat radio dilakukan terhadap empat utama, yaitu i) frekuensi Tx dan Rx, ii) penggunaan syscode, iii) talkgrup ID, dan iv) radio ID. (3) Pengamatan terhadap prediksi area cakupan sinyal radio perangkat sistem repeater berbasis aplikasi Radio Mobile, berdasarkan sejumlah parameter sebagai masukan, yaitu: i) jenis area untuk operasional sistem radio; ii) jenis dan spesifikasi antena yang digunakan; iii) loss yang timbul akibat keberadaan kabel dan sambungan konektor kabel; iv) koordinat pemasangan stasiun pemancar atau penempatan repeater, longitude, dan latitude; v) ketinggian stasiun pemancar atau antena repeater dalam meter; vi) sensitivitas radio penerima dalam dB; dan vii) daya yang digunakan pada repeater dan radio penerima dalam watt. Hasil simulasi pengamatan terhadap prediksi area cakupan sinyal radio perangkat sistem repeater berupa screenshoot dengan contoh ruas jalan tol daerah Lampung, meliputi Bakauheni-Bandar Lampung-Terbanggi Besar sepanjang 140,938 kilometer.  Hasil pengamatan kinerja komunikasi pada sistem komunikasi radio melalui penggunaan dummy load berupa pemberian 3 (tiga) jenis panggilan yang diasumsikan, yaitu panggilan grup, panggilan individual, dan panggilan darurat dengan hasil pengamatan, sistem terhubung baik. 

 

Kata kunci: digital trunking, sarana komunikasi untuk pengelolaan jalan tol, sistem komunikasi radio.

Teks Lengkap:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 930| PDF views : 570

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.