Respon Pertumbuhan Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) dan Dosis Pupuk NPK

Mohammad Andi Murjiono
Hadi Supriyo
Shodiq Eko Ariyanto

Abstract


Tanaman terong sangat berpotensi untuk dibudidayakan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan sayuran. Pada sisi lain, masalah kesuburan lahan menjadi kendala dalam budidaya terong. Pengunaan pupuk pupuk organik enceng gondok dan pupuk NPK merupakan upaya mengembalikan tingkat kualitas tanah yang digunakan dalam budidaya tanaman pertanian. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon pertumbuhan terong ungu (Solanum melongena L.) terhadap pengaruh pemberian pupuk organik eceng gondok (Eichhornia crassipes) dan dosis pupuk NPK. penelitian dilaksanakan di Desa Cengkal Sewu, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati pada bulan Mei sampai Juli 2022. Percobaan faktorial berpola dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk organik eceng gondok (E), terbagi dalam tiga taraf yaitu E1 (10 ton/ha), E2 (20 ton/ha) dan E3 (30 ton/ha). Faktor ke dua adalah dosis pupuk majemuk NPK (N) yang terdiri dari tiga taraf yaitu N1 (100 kg/ha), N2 (200 kg/ha) dan N3 (300 kg/ha). Hasil akhir menunjukkan bahwa dosis pupuk organik eceng gandok berpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman terong ungu yaitu pada tinggi tanaman terong ungu umur 4 MST. Dosis pupuk organik eceng gondok 10 ton/ha meningkatkan tinggi tanaman terong ungu umur 4 Minggu setelah tanam. Dosis pupuk majemuk NPK berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan. Dosis pupuk majemuk NPK 200 kg/ha meningkatkan pertumbuhan tanaman terong ungu. Terdapat interaksi antara dosis pupuk organik eceng gondok dengan dosis pupuk majemuk NPK terhadap bobot kering tajuk tanaman terong ungu.

 

Eggplant plants have the potential to be cultivated in order to fulfill vegetable needs. On the other hand, land fertility problems are an obstacle in eggplant cultivation. The use of water hyacinth organic fertilizer and NPK fertilizer is an effort to restore the level of soil quality used in the cultivation of agricultural crops. The purpose of the study was to determine the growth response of purple eggplant (Solanum melongena L.) to the effect of water hyacinth organic fertilizer (Eichhornia crassipes) and NPK fertilizer doses. The research was conducted in Cengkal Sewu Village, Sukolilo District, Pati Regency from May to July 2022. The factorial experiment was patterned on the basis of a Completely Randomized Group Design (CRGD) consisting of two factors and three replications. The first factor is the dose of water hyacinth organic fertilizer (E), divided into three levels, namely E1 (10 tons/ha), E2 (20 tons/ha) and E3 (30 tons/ha). The second factor is the dose of NPK compound fertilizer (N) which consists of three levels namely N1 (100 kg/ha), N2 (200 kg/ha) and N3 (300 kg/ha). The final results showed that the dose of water hyacinth organic fertilizer had a significant effect on the growth of purple eggplant plants, namely the height of purple eggplant plants at the age of 4 weeks after planting. The dose of water hyacinth organic fertilizer 10 tons/ha increased the height of purple eggplant plants at 4 weeks after planting. The dose of NPK compound fertilizer has a significant effect on growth parameters. The dose of NPK compound fertilizer 200 kg/ha increases the growth of purple eggplant plants. There is an interaction between the dose of water hyacinth organic fertilizer and the dose of NPK compound fertilizer on the crown dry weight of purple eggplant plants.


Keywords


water hyacinth compost;PK;growth;eggplant

References


Badan Pusat Statistik. (2018). Statistik Tanaman Sayuran Dan Buah-buahan Semusim. Jakarta: Badan Pusat Statistik Republik Indonesia.

Iritani, G. (2012). Vegetable Gardening. Yogyakarta: Indonesia Tera.

Irwanto, Zulia, C., & Purba, D. W. (2018). Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Kailan (Brassica oleraceae var. Acapela) terhadap Pemberian Bokasi Eceng Gondok dan Berbagai Jenis Urin Ternak. Bernas Agricultural Research Journal 14(1), 99-106.

Lingga, P., & Marsono. (2002). Petunjuk. Jakarta: Penebar Swadaya. Muhammad, S., Abdul, R., & Noor, J. (2014). Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Organik kompos Olahan Biogas terhadap Pertumbuhan dan Hasil tanaman Terung (Solanum melongena L.) Varietas Mustang F-1. Agrifor Volume 13 (1), 59 – 66.

Muldiana, S., & Rosdiana. (2017). Respon Tanaman Terong (Solanum Malongena L.) Terhadap Interval Pemberian Pupuk Organik Cair Dengan Interval Waktu Yang Berbeda. Prosiding Seminar Nasional 2017 Fakultas Pertanian UMJ “Pertanian dan Tanaman Herbal Berkelanjutan di Indonesia” (hal. 155-161). Jakarta: Fakultas Pertanian UMJ.

Novizan. (2002). Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Saragih, D. P., & Ardian. (2017). Pengaruh Pemberian Kompos Kulit Buah Kakao Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao Hibrida (Theobroma cacao L.). JOM Faperta 4(2), 1-7.

Shella, A. J. (2012). Kajian Pemberian Pupuk Hijau Eceng Gondok pada Tanah Gambut terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Terong (Solanum melongena L.). Jurnal Anteior 12(1), 29-34.

Simatupang. (2014). Sayuran Jepang. Jakarta: Penebar Swadaya. Soetejo, M. M., & Kartasapoetra, A. G. (2013). Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta.: PT. Bima Aksara.

Sunarjono, H. (2013). Bertanam 30 Jenis Sayuran. Jakarta: Penebar Swadaya.

Surmani , N., Roslini, R., Basuki , R. S., & Hilma,. (2012). Respon Tanaman Bawang Merah terhadap Pemupukan Phospat Pada Beberapa Tingkat Kesuburan Lahan (Status P-Tanah. Jurnal Hort.22(2), 46-54.

Sutedjo, M. (2010). Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta: Rineka Cipta.

Syahdiman, Anggorowati , D., & Huda, S. (2013). Pengaruh Kompos Eceng Gondok terhadap Pertumbuhan dan Hasil Terung Pada Tanah Aluvial. Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Untan 2(1), 1-6.




DOI: https://doi.org/10.24176/mjagrotek.v2i2.12090

Article Metrics

Abstract views : 88| PDF (Bahasa Indonesia) views : 100

Refbacks

  • There are currently no refbacks.