PROTOTIPE PENGAWAS SISTEM PROTEKSI ARUS LEBIH ELEKTRONIK SECARA NIRKABEL

Arif Rahmadi Anwar
Diky Siswanto

Abstract


Relay arus lebih adalah peralatan yang sangat penting dalam sistem kelistrikan. Alat ini digunakan sebagai proteksi dari anomali atau gangguan yang dapat menimbulkan lonjakan arus dalam waktu singkat seperti ketika terjadi hubung singkat. Besarnya arus dapat merusak peralatan karena melebihi kemampuan hantar arus dari peralatan tersebut. Oleh sebab itu sistem proteksi menjadi peralatan yang wajib digunakan dalam sistem kelistrikan. Sistem proteksi ini terdiri dari beberapa peralatan  seperti relay arus lebih, catu daya, baterai dan circuit breaker. Peralatan tersebut dirangkai menjadi satu sistem dengan menggunakan kabel yang rawan kendur, terlepas dan lain sebagainya yang masih belum terpantau kesiapannya setiap saat sehingga dapat berpotensi menyebabkan kegagalan sistem proteksi. Arduino uno merupakan perangkat mikrokontroler yang memiliki desain open source sehingga dapat diaplikasikan di semua peralatan elektronik. Alat ini dapat diterapkan dalam sistem proteksi untuk memantau tegangan catu daya dan baterai dengan menggunakan port analog input serta mengawasi rangkaian kabel trip coil dengan komponen optocoupler PC017 sebagai sensor input digital pada Arduino. Data yang diterima oleh Arduino uno akan dikirimkan ke online database dengan menggunakan wifi shield ESP8266, kemudian data tersebut akan ditampilkan pada aplikasi dalam ponsel Android. Dengan demikian, jika terdapat kerusakan pada salah satu peralatan tersebut maka petugas dapat segera melakukan perbaikan sebelum terjadi kegagalan sistem proteksi.

Keywords


proteksi; OCR; arduino; ESP8266; android

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


[1] H. J. Lingal and O. S. Jennings, “Circuit Breaker Protection for Industrial Circuits,” Transactions of the American Institute of Electrical Engineers, vol. 52, no. 2, pp. 568–576, Jun. 1993.

[2] M. Pornomo, “Monitoring Pengawatan Tripping Coil dan Suhu Kontak PMT untuk Mengantisipasi Kegagalan Trip,” Skripsi, UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945, Surabaya, 2016.

[3] Yokins, “Yokins CT, Industrial & Scientific,” 2017. [Online]. Available: https://www.amazon.in/Yokins-Current-Transformer-600A-Pack/dp/B013WZ9FOQ. [Accessed: 02-Jul-2019].

[4] “Arduino - Introduction.” [Online]. Available: https://www.arduino.cc/en/Guide/Introduction. [Accessed: 11-Nov-2017].

[5] M. IHSAN, “ANALISIS DAN REDESIGN GRID PLATE POSITIVE DAN NEGATIVE LEAD-ACID BATTERY DENGAN SIMULASI DISTRIBUSI ELEKTRON YANG MERATA UNTUK MENINGKATKAN SERVICE LIFE PADA LEAD-ACID BATTERY,” Institut Teknoligi Sepuluh Nopember, Surabaya, 2017.

[6] A. Akhdan, “Rangkaian Interlock dengan Kontaktor magnet,” Sains, Entertaining, and Technology, 16-Oct-2015. .

[7] S. Maniktala, Switching Power Supply Design and Optimization. McGraw-Hill, 2004.

[8] suprianto, “Pengertian Optocoupler dan Prinsip Kerjanya,” All Of Life, 11-Oct-2015. [Online]. Available: http://blog.unnes.ac.id/antosupri/pengertian-optocoupler-dan-prinsip-kerjanya/. [Accessed: 11-Jan-2018].

[9] “IEEE Recommended Practice for Protection and Coordination of Industrial and Commercial Power Systems (IEEE Buff Book),” IEEE Std 242-2001 (Revision of IEEE Std 242-1986) [IEEE Buff Book], pp. 1–710, Dec. 2001.




DOI: https://doi.org/10.24176/simet.v11i1.3650

Article Metrics

Abstract views : 746| PDF views : 1160

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


free hit counter View My Stats

Indexed by:

Dimensions logo

 

Flag Counter

Creative Commons License
Simetris : Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Dedicated to: