ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BUMN SEBAGAI DAMPAK KEBIJAKAN AKUNTANSI ISAK 8 (Studi Kasus PT PLN Persero Tahun 2012 - 2017)

Agung Prajanto

Abstract


Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan salah satu bentuk usaha pemerintah yang bertujuan untuk menyukseskan program pembangunan nasional. Keberhasilan kinerja BUMN akan membantu tercapainya rencana strategis nasional. Pemerintah menetapkan standar keberhasilan BUMN dalam sebuah Keputusan Menteri BUMN No:KEP-100/MBU/2002  tentang penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara.    Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan No 8 (ISAK 8) mengatur tentang penentuan perjanjian yang mengandung sewa mengharuskan adanya pengakuan aset sewa dan utang sewa dalam laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif untuk menguji tingkat kesehatan dan kinerja keuangan BUMN selama menerapkan ISAK 8 dengan menggunakan standar kinerja dari Kepmen BUMN No:KEP-100/MBU/2002.. Objek penelitian adalah PT. PLN Persero dengan tahun pengamatan tahun 2012 – 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ISAK 8 mampu menaikkan skor penilaian aspek keuangan karena ada beberapa pengakuan sewa pembiayaan pada laporan keuangan PT. PLN. Sedangkan pada pengamatan kedua, tidak diterapkannya ISAK 8 menunjukkan penurunan skor pada aspek keuangan. Rasio keuangan yang mengalami perubahan cukup signifikan atas penerapan ISAK 8 meliputi ROE, ROI, Total Aset Turn Over (TATO) dan Total Modal Sendiri terhadap Total Aset. 

Kata Kunci: ISAK 8, Kinerja Keuangan, Sewa


Article Metrics

Abstract views : 47| PDF (Bahasa Indonesia) views : 58

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats