SOCIAL LIBRARY SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF PELESTARIAN NASKAH KUNO

Ifan Rizqa
Habib Mustofa
Etika kartikadarma

Abstract


Abstrak

Kandungan informasi yang terdapat pada naskah kuno dapat dimanfaatkan sebagai pembelajaran dan tolok ukur oleh masyarakat Indonesia masa yang akan datang. Informasi ini akan menjadi sia sia jika masyarakat luas tidak mengetahui dan tidak bisa mempelajari naskah kuno nusantara yang melimpah. Hampir setiap suku bangsa di Indonesia memiliki warisan berupa naskah, seperti misalnya naskah jawa yang merupakan peninggalan naskah dari masyarakat jawa. Kondisi naskah kuno yang rapuh membutuhkan adanya preservasi. Di era teknologi informasi saat ini, salah satu usaha preservasi naskah kuno yang dilakukan adalah digitalisasi naskah yaitu dengan memindahkan media asli naskah ke media elektronik yang lebih aman dan dapat memperpanjang usia naskah tanpa mengurangi informasi yang sesungguhnya. Selain preservasi, naskah kuno juga perlu dipublikasikan ke masyarakat. Publikasi ini membutuhkan kontribusi dari banyak pihak yang berkecimpung di bidang naskah kuno baik itu lembaga ataupun individu. Keterlibatan banyak pihak dalam mengumpulkan pustaka ini memerlukan suatu system kepustakaan yang berorientasi pada pengguna. Konsep sistem kepustakaan yang seperti ini dikenal dengan istilah library 2.0. Pengumpulan naskah kuno ini tidak semata - mata hanya untuk menyatukan naskah - naskah yang sudah ada kedalam bentuk digital, namun dengan konsep Library 2.0 masyarakat dapat berbagi tentang identifikasi naskah, kajian tentang isi naskah, hingga alih bahasa naskah yang telah diteliti untuk kemudian dijadikan suatu pembelajaran atau referensi untuk masyarakat satu dengan yang lain.

Kata kunci: Naskah Kuno, Library 2.0

Teks Lengkap:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 157| PDF views : 118

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.