Mengembangkan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa melalui Pendekatan Differentiated Instruction

Eni Defitriani

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang belajar dengan pendekatan Differentiated Instruction (DI) dan siswa yang belajar dengan pendekatan konvensional (KV).  Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol non ekuivalen. Populasi berasal dari seluruh siswa kelas VIII salah satu SMP Negeri Bandung. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang berjumlah 29 siswa yang diberi pembelajaran dengan pendekatan DI dan kelas kontrol yang berjumlah 31 siswa yang diberi pembelajaran dengan pendekatan konvensional. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Analisis data dengan statistik nonparametrik Mann-Whitney U. Hasil analisis data menunjukkan bahwa skor rata-rata N-gain kemampuan koneksi matematis siswa DI sebesar 0,43 (kategori sedang) sedangkan skor rata-rata  N-gain kemampuan koneksi matematis siswa KV sebesar 0,25(kategori rendah). Hal ini berarti bahwa peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang belajar dengan pendekatan DI lebih baik daripada siswa yang belajar dengan pendekatan konvensional. Pembelajaran DI dengan pengelompokkan berdasarkan minat lebih efektif memfasilitasi siswa melakukan aktivitas koneksi dalam proses diskusi. 


Keywords


mathematical connection, Differentiated Instruction (DI) approach

References


Bao . 2010. Teaching and Learning Strategies for Differentiated Instruction in the Language Classroom. [Online]. Tersedia: http://steinhardt.nyu.edu/teachlearn /dclt/Summer_Institute_2010. [20 Oktober 2014]

Butler, M. and Van Lowe, K. 2008. Using Differentiated Instruction in Teacher Education. International Journal for Mathematics Teaching and Learning.

Businskas. 2008. Conversation About Connection: How Secondary Mathematics Teacher Conceptualize and Contend with Mathematical Connection (Dissertation). Canada: Simobn Fraser University

Defitriani. 2015. Penerapan Pendekatan Differentiated Instruction untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis dan Disposisi Matematis Siswa SMP (Tesis). Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia

Depdiknas. 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan

Fauzi. 2012. Peningkatan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Dengan Pendekatan Pembelajaran Metakognitif Di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Kultura 13 (1): 2832-2839

Kusnandar. 2011. Guru Profesional Edisi Revisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada

NCTM. 2000. Principles and Standarts for School Mathematics. Reston. Virginia.

Nurfitria. 2013. Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Ditinjau Dari Kemampuan Dasar Matematika di SMP. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol 2 (12)

Peterson, K. 2007. 55 Teaching Dilemas. Jakarta: PT Grasindo.

Sugiman. 2008. Koneksi Matematis dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Pertama. Phytagoras Vol 4 (1): 56-66

Sumarmo. 2013. Berfikir dan Disposisi Matematik Serta Pembelajarannya. FPMIPA UPI

Tomlinson. 2000. What is Differentiated Instruction? Alexandria: Association for Supervision and Curriculum Development.

Wahyudin. 2008. Pembelajaran dan Modelmodel Pembelajaran: Pelengkap untuk meningkatkan Kompetensi Pedagogis Para Guru dan Calon Guru Profesional. Bandung: Diktat Perkuliahan UPI




DOI: https://doi.org/10.24176/anargya.v1i2.2548

Article Metrics

Abstract views : 352| PDF (Bahasa Indonesia) views : 396

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




View My Stats

In Collaboration With:

 


Indexed:

      

 

Creative Commons License
Anargya : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Dedicated to: