The Translation Shift Extends the Cult of Nature-Themed Song Lyrics from Mandarin to Indonesian

Yogi Bagus Adhimas
Yohana Indah Puji Astuti
Fitriana Dewi Irawati
Sheriva Sheva Sugiyanto

Abstract


Sastra terjemahan pada dasarnya harus tercipta dari upaya maksinal untuk dapat menerjemahkan secara sepadan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran. Kendati demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa perbedaan karakteristik antar bahasa tetap bisa dibuat sepadan. Maka dari itu munculan pemahaman atau kajian pergeseran translasi. Seperti yang terjadi pada lagu terjemahan bahasa Indonesia dari bahasa Mandarin dengan tema lagu tentang mencintai alam. Hasilnya, dapat dihimpun 14 data yang terbukti terjadi pergeseran translasi ke arah pengkultusan dari 12 liirk lagu yang diteliti. Metode yang digunakan untuk menganalisis adalah kualitatif deskriptif yang dipadu dengan pendekatan linguistik kognitif. Dari cara analisis tersebut diharapkan dapat memberikan interpretasi yang mendalam sehingga dapat memaparkan penelitian yang komprehensif. Salah satu bukti atas terjadinya pergeseran translasi ke arah pengkultusan adalah penerjemahan kata “慈母” yang memiliki arti “kasih ibu” atau “ibu” menjadi “Ilahi” yang juga sinonim “Tuhan”, yang kemudian dijabarkan dengan kemungkinan-kemungkinan yang mendekati. Pada akhirnya tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa benar telah terjadi pergeseran translasi pada lirik lagu tersebut, namun juga memberikan pemahaman bahwa sastra terjemahan tetap memiliki keindahannya tersendiri, dan juga penelitian ini diharapkan bisa memberikan sumbangsih pemikiran tentang kajian pergeseran translasi, khususnya dalam karya sastra Mandarin.


Translated literature should basically be created from the maximum effort to be able to translate equivalently from the source language to the target language. However, it cannot be denied that the different characteristics between languages can still be made compatible. Hence the emergence of an understanding or study of translational shifts. As happened in the Indonesian translation song from Mandarin with the theme song about loving nature. As a result, 14 data were collected that proved to have a translational shift towards cultization from 12 song lyrics studied. The method used to analyze is descriptive qualitative combined with cognitive linguistic approach. The method of analysis is expected to provide an in-depth interpretation so as to present a comprehensive research. One of the evidences of the translational shift towards idolatry is the translation of the word “慈母” which means mother's loveor motherinto Illahi which is also a synonym of God”, which is then elaborated with approaching possibilities. In the end, the purpose of this research is to prove that there has been a translational shift in the song lyrics, but also to provide an understanding that translated literature still has its own beauty, and also this research is expected to contribute to the study of translational shifts, especially in Mandarin literature.


Keywords


cults; literary; shifts; translation; translational



DOI: https://doi.org/10.24176/kredo.v7i2.10640

Article Metrics

Abstract views : 222| PDF (Bahasa Indonesia) views : 25

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


StatCounter - Free Web Tracker and Counter View My Stats

 In Collaboration With:

 

 Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Flag Counter