Resistansi Pengarang Melalui Konstruksi Perempuan Timur dalam “Kartini” Karya Putu Wijaya

Apri Damai Sagita Krissandi
Anggitya Alfiansari
Kelik Agung Cahya Setiawan

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menyelami konstruksi diri perempuan Timur serta untuk mengetahui posisi pengarang dalam wacana kolonialisme. Citra diri perempuan Timur masih menjadi topik yang layak diteliti melalui kehadiran karya-karya sastra. Terlebih jika berhubungan dengan perpanjangan tangan akan kolonialisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sudut pandang feminisme pascakolonial untuk mengungkap konsep diri perempuan. Penelitian ini menemukan adanya konstruksi perempuan ideal yang merdeka secara pikiran tanpa perlu menginduk pada konstruksi tradisional yang menggunakan aksesori tertentu untuk memperempuankan perempuan. Posisi pengarang sendiri merupakan wakil dari si terjajah yang menyuarakan resistansinya dengan cara ambivalensi.

Kata kunci: kartini, kolonialisme, konstruksi perempuan, pengarang, resistansi.




DOI: https://doi.org/10.24176/kredo.v3i1.3154

Article Metrics

Abstract views : 145| PDF (Bahasa Indonesia) views : 52

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

StatCounter - Free Web Tracker and Counter View My Stats

 In Collaboration With:

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.