FASHION SEBAGAI KOMUNIKASI: ANALISA SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA FASHION AGUS HARIMURTI YUDHOYONO (AHY): DALAM PEMILIHAN GUBERNUR JAKARTA

Nabila Myrrha Rahmawati

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk memberi wawasan kepada pembaca tentang fungsi mode sebagai identitas diri. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan analisis data dalam bentuk gambar yang diperoleh dari akun Instagram AHY. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pemilihan Gubernur Jakarta 2016, AHY sebagai salah satu kandidat Gubernur menggunakan mode sebagai media komunikasi politik dalam berinteraksi dengan masyarakat selama masa kampanye. Hal tersebut terlihat dari beberapa busana yang sengaja dipilih untuk selalu dikenakan hingga periode pemilihan gubernur berakhir, seperti kaus tacticaal berwarna hitam dan dan busana traditional khas Jakarta. Pandangan politik yang dikomunikasikan melalui mode adalah simbol nasionalisme dan siap memimpin yang merupakan identitas seorang calon pemimpin yang tercermin dalam kemeja tacticaal yang ia kenakan. Mode (pakaian) dapat memberikan efek pada penampilan fisik seseorang yang juga dapat digunakan sebagai strategi komunikasi dalam menarik dukungan untuk kelompok orang tertentu. Ini terjadi karena busana yang kita kenakan bisa memberi pesan atau makna pada penilaian seseorang saat berinteraksi.

Keywords


Fashion, identitas, Semiotika

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24176/kredo.v4i1.4903

Article Metrics

Abstract views : 30| PDF views : 32

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


StatCounter - Free Web Tracker and Counter View My Stats

 In Collaboration With:

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.