Dinamika Psikososial Remaja Korban Kekerasan Seksual

Sri Indaryani

Abstract


Merujuk pada judul penelitian lebih ditekankan pada kekerasan seksual kategori perkosaan, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988) merupakan perbuatan pelanggaran dengan kekerasan.Perbuatan ini dilakukan dengan menggunakan paksaan, ancaman, suap, tipuan bahkan tekanan (Noviana, 2015).Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna informatif yang terkandung dalam pikiran dan benak remaja yang mengalami kekerasan seksual.Metode yang dipakai kualitatif dengan pendekatan fenomenologi persepsi Ponty menitikberatkan pada wawancara tidak terstruktur dengan subjek penelitian adalah remaja korban kekerasan seksual. Data yang diperoleh melalui wawancara ataupun observasi akan berupa kata-kata, perilaku ataupun dokumentasi yang kesemuanya bersifat informantif dari pemahaman masing-masing individu korban kekerasan seksual sebagaimana pengalaman hidupnya dan bagaimana individu memberikan makna pada kejadian tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan pemaknaan tubuh yang berbeda pada korban dengan latar belakang keluarga (nuclear family) berbeda. Refleksi dari Ponty tentang pemaknaan tubuh antara teori dan temuan, signifikan. Sebelum peristiwa kekerasan seksual terjadi semua korban menganggap bahwa tubuh mereka sangat penting dan harus dijaga. Setelah peristiwa kekerasan seksual dengan proses berbeda maka masing-masing korban dalam memaknai tubuhnya mengalami perbedaan.


Keywords


dinamika psikososial; kekerasan seksual anak; pemaknaan tubuh



DOI: https://doi.org/10.24176/perseptual.v3i1.3677

Article Metrics

Abstract views : 1651| PDF (Bahasa Indonesia) views : 1156

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Psikologi Perseptual (eISSN 2580-9520) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License