Identifikasi Kebutuhan Bahan Baku Kain Seragam dengan Menggunakan Pendekatan Kemampuan Pengusaha Berdasarkan Notaberjalan pada Kelompok Pengusaha Konveksi dan Bordir, Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus

Mamik Indaryani
Dwi Soegiarto

Abstract


Penelitian ini dilakukan untuk menjawab permasalahan tentang : harga bahan baku yang disepakati oleh kedua belah pihak yaitu UMKM dengan PT Apac Inti, kebutuhan modal KSU Padurenan Jaya untuk pembelian kain dari PT Apac Inti dengan pola pembelian Nota Berjalan seperti yang dikehendaki UMKM; serta Bank Jateng memerlukan informasi yang akurat mengenai jumlah bahan baku yang dibutuhkan UMKM anggota KSU termasuk kondisi dananya. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan wawancara mendalam dengan responden untuk mengetahui kondisi yang jelas mengenai kondisi keuangannya. Hasil dari penelitian ini adalah jumlah kredit yang harus disediakan oleh Bank Jateng tidak 75% (seperti yang dijanjikan oleh Bank Jateng) dari kebutuhan tetapi ditentukan sesuai dengan kemampuan KSU dan kondisi masing-masing pengusaha. Keuntungan UMKM yang tidak terlalu besar, dibandingkan dengan modal yang ditanamkam, hal ini dibuktikan dengan cash flow yang negatif. Apalagi selama ini mereka juga menanggung beban piutang yang cukup besar dari pedagang pakaian tanpa bunga maupun agunan. Apabila kredit yang diberikan oleh bank Jateng tersebut dikenakan bunga maka boleh jadi keuntungan sebesar Rp 940.995.346,- tidak akan dinikmati oleh pengusaha tapi dinikmati oleh pihak Bank dan PT Apac Inti. Pola bantuan yang sesuai adalah dana bergulir yang besarnya disesuaikan dengan kemampuan dari masing-masing pengusaha konveksi.

Kata kunci : bahan baku, kain seragam, nota berjalan, konveksi, bordir


Teks Lengkap:

PDF PDF

Article Metrics

Abstract views : 352| PDF views : 583 PDF views : 114

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.