Dinamika Psikologis Shopaholic Dikalangan Mahasiswa

Tiara Andini Wahyudi
Suryanto Suryanto
Nindia Pratitis

Abstract


Shopaholic merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan perilaku seseorang yang tidak mampu menahan keinginan untuk berbelanja. Menggunakan pendekatan grounded theory, penelitian kualitatif ini menyoroti shopaholic yang dilakukan oleh partisipan yang berasal dari kalangan mahasiswa. Dengan prevalensi shopaholic yang besar di kalangan mahasiswa karena terkait gaya hidup dan tren antar sebayanya. Diperparah dengan dampak yang ditimbulkan oleh perilaku ini berupa uang dan waktu yang tidak sedikit untuk memenuhi kebutuhan berbelanja menjadikan fenomena ini menarik untuk dibahas. Partisipan sebagai sumber data utama pada penelitian ini ditentukan menggunakan purposive sampling dengan kriteria: mahasiswa perempuan, berusia 18-20 tahun, dan menunjukkan perilaku shopaholic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika psikologis pada pelaku shopaholic dari kalangan mahasiswa adalah kecenderungan orangtua pelaku yang menerapkan pola pengasuhan permissive dilengkapi tersedianya dukungan finansial orangtua yang berkecukupan (uang bulanan yang berlebihan) membuat mahasiswa yang bersangkutan tidak merasa bersalah atau merasa perlu untuk mengontrol perilaku shopaholic mereka.

Keywords


Dinamika Psikologis, Shopaholic, Mahasiswa

Full Text:

PDF

References


Creswell, J. W. (2010). Research design: pendekatan lualitatif, kuantitatif, dan mixed. PT Pustaka Pelajar.

Eysenck, H.J. (1993). The nature of impulsivity. In W.G. McCown, J.L. Johnson, & M.B. Shure (Eds.), The impulsive client: Theory, research and treatment (pp. 57-69). American Psychological Association. https://doi.org/10.1037/10500-004

Henrietta, P. (2012). Impulsive buying pada dewasa awal di Yogyakarta. Journal of Psychology Faculty, 11(2), 1-6.

Masniari, Amelia. (2008). Miss jinjing belanja sampai mati. Gagas Media.

Munandar, A.S. (2001). Psikologi industri dan organisasi. Universitas Indonesia.

Puri R (1996). Measuring and modifying consumer impulsiveness: A cost–benefit accessibility framework. J. Consum. Psych., 5(2): 87– 113.

Resstiani, S. A. (2010). Gejala shopaholic di kalangan mahasiswa. Skripsi. Bandung: Fakultas Desain Program Strata Satu Psikologi Universitas Komputer Indonesia.

Rook DW, Fisher RJ (1995). Normative influences on impulsive buying behavior. J. Consum. Res., 22: 305-313.

Shahjehan, A., Zeb, F., & Saifullah, K. (2012). The effect of personality on impulsive and compulsive buying behaviors. African Journal of Business Management, 6(6), 2187-2194.

Siregar, R. (2010). Shopaholic Disorder. Majalah Go Girl.

Tyagi, P., Shyam, R. (2019). Shopaholism from a psychological perspective. International Journal of Social Sciences, 7 (5 II) 1379-1381.

Tyagi, P., Shyam, R. (2018) A study of affluenza in relation to stress. International Journal of Social Sciences Review, 6 (10) 1973-1975.

Walgito Bimo. (2010). Pengantar psikologi umum. Andi Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.24176/perseptual.v6i2.5134

Article Metrics

Abstract views : 148| PDF views : 94

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Psikologi Perseptual (eISSN 2580-9520) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License